Selasa, 18 Oktober 2016

Jenis-Jenis Manusia Purba


1. Menjelaskan Jenis-Jenis Manusia Purba

A.        Meganthropus Paleojavanicus
Meghantropus merupakan jenis manusia purba paling tua. Fosil meganthropus ditemukan Von Koenigswald di desa sangiran,lembah sungai bengawan solo. Fosil ini menyerupai manusia raksasa karena ukurannya sangat besar. Oleh karena itu fosil ini diberi nama Meganthropus Paleojavanicus ( manusia raksasa tertua dari jawa ).
1.       Memiliki tubuh yang kekar dan tegap
2.       Rahang nya besar
3.        Bentuk geraham seperti manusia tetapi tidak berdagu seperti kera.
4.       Tulang pipi yang tebal
5.       Ada tonjolan di kening dan belakang kepalanya
6.       Makanan pokok tumbuh-tumbuhan
7.       Bentuk gigi homonym
8.       Otot-otot kunyah sangat kuat
9.       Hidup pada 2 –1 juta tahun yang lalu.




B.     Pithecanthropus
Pithecanthropus disebut juga manusia kera.Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan Pithecanthropus merupakan jenis manusia purba yang paling banyak jenisnya di Indonesia. Fosil Pithecanthropus ditemukan di Trinil, Ngawi, Madiun,dan sragen.
Ciri-ciri Pithecanthropus adalah sebagai berikut :
1.         Tinggi tubuhnya kira-kira 165-180 cm.
2.         Badannya tegap, namun tidak setegap Meganthropus.
3.         Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
4.         Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus.
5.         Volume otaknya 900 cc.
6.         Hidung lebar dan tidak berdagu.
7.         Makanannya bervariasi, yaitu tumbuhan dan daging hewan buruan.
Beberapa jenis Pithecantropus yang ditemukan di Indonesia antara lain Pithecantropus mojokertensis, Pithecantropus erectus, dan Pithecantropus soloensis.
1.     Pithecantropus mojokertensis
Pithecanthropus mojokertensis berarti manusia kera dari Mojokerto. Fosil ini diteliti dan ditemukan oleh von Koenigswald di daerah Perning, Mojokerto. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan Pithecantropus mojokertensis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1)    Tulang pipi kuat
2)    Berbadan tegap
3)    Tonjolan kening tebal
4)    Otot-otot tengkuk kukuh
5)    Muka menonjol ke depan
6)    Volume otak 650-1.000 cc

2.Pithecantropus erectus/Homo erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia kera yang sudah dapat berjalan tegak. Fosil manusia purba jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di Trinil, lembah sungai Bengawan Solo, berasal dari pleistosen tengah.
fosil fosil tersebut ditemukan ciri-ciri:
1)    Badan tegap
2)    Hidung lebar
3)    Dagu tidak ada
4)    Alat pengunyah kuat
5)    Berat badan 80-100 kg
6)    Tinggi badan 160-180 cm
7)    Terdapat tonjolan kening pada dahi
8)    Muka didominasi bagian rahang yag menonjol.
Melihat dari fosil tulang rangka tubuhnya, maka Eugene Dubois menyimpulkan bahwa hasil temuannya itu disebut Pithecanthropus erectus, yang berarti manusia kera yang sudah berjalan tegak.
C.     HOMO SAPIENS
Homo sapiens merupakan manusia cerdas. Dan telah mampu membuat perlatan sederhana dari batu dan tulang,untuk berburu dan mengolah makanan.
            Berdasarkan sisa-sisa fosil yang ditemukan, Homo sapiens diperkirakan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.    Tengkorak besar
2.    Volume otak diperkirakan 1650cc
3.    Muka datar dan lebar
4.    Akar hidung lebar
5.    Bagian mulut menonjol sedikit
6.    Dahi agak miring
7.    Diatas rongga mata ada busur kening yang nyata.

1.    MANUSIA WAJAK ( HOMO WAJAKENSIS )

Manusia Wajak ditemukan oleh B.D. van Rietschoten di sebuah ceruk di lereng pegunungan karst, dekat Tulungagung. Sartono Kartodirjo (dkk) menguraikan tentang temuan itu, berupa tengkorak, termasuk fragmen rahang bawah, dan beberapa buah ruas leher. Temuan Wajak itu adalah Homo sapiens dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1.     Mukanya datar dan lebar, 
  1. akar hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol sedikit. 
  2. Dahinya agak miring dan di atas matanya ada busur kening nyata. 
1.   MANUSIA LIANG BUA ( HOMO FLORESIENSIS )

Manusia Liang Bua ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood Temuan itu dianggap sebagai penemuan spesies baru yang kemudian diberi nama Homo floresiensis, sesuai dengan tempat ditemukannya.
Manusia Liang Bua mempunyai ciri:

1.    tengkorak yang panjang,  rendah, berukuran kecil,
2.    Tinggi badan 100 cm, berat badan 30 kg.
3.    Berjalan tegak dan tak memiliki dagu

2.   HOMO SOLOENSIS
Ahli purbakala yang bernama G.H.R. Von Koeningswald, menemukan fosil-fosil manusia purba di Lembah Sungai Bengawan Solo tepatnya didaerah Blora dan Sragen, Jawa Tengah. Jenis manusia purba dari Lembah Bengawan Solo tersebut dinamakan homo soloensis atau manusia purba dari Solo.

Homo Soloensis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Otak kecilnya lebih besar dari pada otak kecil Pithecanthropus Erectus
  2. Tengkoraknya lebih besar dari pada Pithecanthropus Erectus
  3. Tinggi badan antara 130 – 210 cm
  4. Otot tengkuk mengalami penyusutan
  5. Muka tidak menonjol ke depan
  6. Tonjolan kening agak terputus ditengah (di atas hidung)
  7. Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar